Media Untuk Menjawab Tugas

Jumat, 06 Januari 2017

Mata

1. Bagian-Bagian Mata

bag mata
  • Kornea mata berfungsi sebagai pelindung bagian dalam mata dan menerima rang- sangan cahaya serta meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam. Kornea selalu di basahi oleh ai r mata agar tetap bersi h.
  • Lensa mata, yaitu benda bening di dalam bola mata yang berbentuk cembung dengan indeks bias n = 1,437. Lensa mata berfungsi untuk meneruskan dan memfokuskan cahaya atau bayangan lensa agar tetap jatuh di retina.
  • Pupil atau anak mata adalah celah bundar di tengah iris. Pupil berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke retina. Jika cahaya redup, pupil akan membesar dan jika cahaya terlaluterang, pupil akan mengecil.
  • Iris adalah lapisan di depan mata yang berwarna. Wama iris menentukan warna mata seseorang. Iris berfungsi untuk mengatur besar kecilnya lubang pupil (diafragma).
  • Retina, yaitu lapisan terdalam dari dinding bola mata.
    Retina berfungsi sebagai layar penerima cahaya, bayangan yang terbentuk bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
  • Bintik kuning merupakan lengkungan di tengah retina.
  • Aqueous humour berupa cairan dengan indeks bias n = 1,336 berfungsi sebagai pembias cahaya yang masuk ke mata.
  • Vitreous humour berupa cairan bening dengan indeks bias n = 1,336 yang berfungsi sebagai pengisi bagian dalam mata.
  • Otot ciliary berfungsi sebagai pengaturfokus lensa kristalin agar bayangan selalu jatuh tepat di retina.
  • Sklera merupakan lapisan terluar bola mata yang tidak tembus cahaya.
  • Cheroid berupa lapisan (membran) hitam yang berfungsi sebagai penyerap cahaya.

2. Jarak Penglihatan pada Mata

a. PP (Punctum Proximum) adalah jarak terdekat yang masih dapat dilihat oleh mata, dinotasikan dengan p.
1.Untuk mata normal p = 25 cm.
2. Pada pengamatan ini mata berakomodasi maksimum.
b. PR (Punctum Remotum) adalah jarak terjauh yang masih dapat dilihat oleh mata, dinotasikan dengan r.
1. Untuk mata normal r = ~.
2. r = ~ disebut mata emetrop.
3. r ≠~ disebut mata ametrop.
Kemampuan mata setiap orang dalam mengamati benda di depannya berbeda-beda sesuai dengan kondisinya. Saat mata melihat benda yang letaknya jauh, otot mata istirahat dan lensa mata menipis (mata rileks). Saat mata melihat benda yang letaknya dekat, otot mata mengencang, lensa mata menebal (lebih cembung) sehingga bayangan terbentuk pada retina. Semakin mencembungkan lensa mata, mata kita akan semakin lelah. Kemampuan mata untuk mengubah-ubah kecembungannya supaya bayangan dan benda yang dilihat selalu tepat jatuh pada retina disebut daya akomodasi.
Mata dapat melihat sebuah benda tanpa berakomodasi, berakomodasi maksimum, dan berakomodasi.
a. Tanpa Akomodasi/Tidak Berakomodasi
Hal ini terjadi jika mata melihat benda yang berada di tak terhingga, bayangan tepat di retina, dan mata dalam keadaan istirahat (s’ = -f).
b. Mata Berakomodasi Maksimum
Apabila mata melintasi suatu benda sehingga lensa mata cembung, dikatakan mata berakomodasi maksimum (s’ = -p).
c. Mata Berakomodasi
Jika benda terletak di antara tak terhingga dan titik f, melihat benda tersebut dengan berakomodasi, tetapi tidak maksimum (s’ = -x).

3. Cacat Mata

Ada dua jenis cacat mata yang sering ditemui, yaitu rabun jauh (miopi) dan rabun dekat {hipermetropi). Cacat mata yang lain, yaitu presbiopi(mata tua) dan astigmatisms (silindris).
a. Miopi (Rabun Jauh)
miopi
  • Titik dekat = 25 cm
  • Titik jauh <∼
  • Ditolong dengan lensa cekung
b. Rabun dekat
hipermetrop
  • Titik dekat >25 cm
  • Titik jauh-jauh =∼ (normal)
  • Ditolong denagn lensa cembung
c. Mata Tua (presbiopi)
Otot siliar lemah sehingga daya akomodasi mata berkurang.
  • Titik dekat >25 cm (rabun dekat)
  • Titik jauh < ~ (rabun jauh)
Ditolong dengan kacamata bifokal (lensa rangkap)

d. Astigmatisma
  • Kelengkungan kornea mata tidak sempuma.
  • Tidak dapat melihat garis-garis vertikal dan horizontal secara bersamaan.
  • Ditolong dengan lensa silindris.
e. Cacat Mata karena Penyakit
  • Katarak, yaitu penyakit yang membuat lensa mata secara parsial atau secara total buram (tak tembus cahaya). Pengobatannya dilakukan dengan cara operasi pembersihan lensa.
  • Glaukoma, yang disebabkan oleh peningkatan abnormal pada tekanan fluida dalam retina yang dapat mengurangi supiai darah ke retina dan dapat menyebabkan kebutaan. Cara penanggulangannya dengan obatatau pembedaham
Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

42411
Jawab Tugas. Diberdayakan oleh Blogger.